Gejala Umum Penyakit Sapi Gila, Apa Saja ?

Hasil gambar untuk penyakit sapi gila

Health.detik.com

Seiring dengan berjalannya waktu, kemajuan teknologi dan berbagai macam makanan yang bisa dikonsumsi, kini manusia juga bisa saja mengalami berbagai penyakit yang sebelumnya tidak pernah terfikirkan. Misalnya saja seperti kanker, yang menjadi salah satu penyebab kematian. Bagi sebagian orang, penyakit sapi gila mungkin tidak pernah diketahui dan jarang terjadi di masyarakat. Namun, penyakit ini menjadi salah satu penyakit yang berkaitan dengan konsumsi daging hewan.

Penyakit sapi gila berupa penurunan fungsi otak yang bisa menyebabkan demensia. Akibat paling fatal dari penyakit ini yaitu kematian. Gejala umum dari penyakit sapi gila biasanya seperti penyakit otak yaitu alzheimeir’s namun perkembangannya lebih cepat. Penyakit ini ditemukan pada tahun 1990an saat seseorang di Inggris mengalami penyakit ini setelah mengonsumsi daging sapi yang berpenyakit. 

Penyakit sapi gila juga dinamakan spongifom encephalopathy. Penyakit ini termasuk penyakit yang menular, progresif secara perlahan, degeneratif dan dapat berakibat fatal pada sistem saraf pusat sapi dan hewan – hewan ternak. Ratusan hewan ternak ditemukan menjadi penyebab dari penularan infeksi penyakit ini. Penyebabnya adalah protein tidak normal yang dapat ditemukan di permukaan sel yang dinamakan dengan ‘prion’.

Gejala umum penyakit sapi gila yaitu kemerosotan mental yang sangat cepat yang terjadi dalam beberapa bulan. Beberapa gejala lain yang bisa terjadi yaitu : 

  • Depresi
  • Gelisah
  • Perubahan kepribadian
  • Hilangnya ingatan
  • Pandangan yang kabur
  • Penurunan daya pikir
  • Insomnia
  • Pergerakan tubuh yang tidak bisa terkendali secara tiba – tiba
  • Sulit menelan
  • Sulit berbicara

Dari waktu ke waktu, perkembangan mental seseorang yang mengalami penyakit sapi gila akan mengalami penyakit mental yang semakin memburuk. Bahkan beberapa dari mereka mengalami koma. Beberapa komplikasi lain yang terjadi karena penyakit ini yaitu gagal jantung, kegagalan fungsi nafas, penumonia atau infeksi lain yang bisa menyebabkan kematian. Beberapa dari penderita penyakit ini bisa hidup secara normal setelah didiagnosis penyakit ini selama 1-2 tahun. Namun, beberapa diantaranya hanya bisa bertahan hidup selama 7 bulan. 

Penyakit sapi gila disebabkan oleh penyakit yang bisa menular dari manusia dan hewan. Hal ini dikenal engan transmissible spongiform escephalopathies (TSEs). Spons adalah istilah dari bentuk yang berlubang – lubang yang terlihat dengan mikroskops dan dialami pada jaringan otak yang terinfeksi. Penyebab lainnya yaitu adanya perubahan protein yang disebut prion. Secara normal, protein ini tidak berbahaya namun saat terjadi sesuatu pada protein ini maka infeksi bisa terjadi dan menimbulkan kerusakan di proses biologi normal. 

Faktor resiko untuk mengalami penyakit sapi gila sangat rendah. Penyakit ini tidak bisa menular melalui batuk atau bersin, bersentuhan atau kontak seksual. Namun, penyakit ini bisa terjadi melalui 3 cara yaitu :

1. Secara Spontan

Penyakit sapi gila bisa terjadi secara spontan atau sporadis tanpa penjelasan pasti. Cara ini merupakan cara yang paling umum terjadi.

2. Mutasi Genetik

3. Kontaminasi

Dari sebagian kecil penderita yang mengalami penyakit ini, penyakit ini dialami setelah terkena jaringan manusia yang terinfeksi di prosedur medis misalnya transplantasi kornea atau kulit. Selain itu, metode sterilisasi standar yang tidak menghilangkan prion tidak normal pada beberapa dari mereka yang mengalami penyakit sapi gila ketika sesudah melakukan operasi otak dengan peralatan yang terkontaminasi. Jenis dari penyakit ini berkaitan langsung dengan konsumsi sapi yang terinfeksi bovine spongiform encephalopathy (BSE) yang merupakan istilah medis dari penyakit sapi gila.  

Sumber :

www.honestdocs.id 

www.doktersehat.com 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*